RILIS: KAJIAN ONLINE “RENCANA PENGHAPUSAN UJIAN NASIONAL”

0
98

RILIS: KAJIAN ONLINE “RENCANA PENGHAPUSAN UJIAN NASIONAL”

Apa itu Ujian Nasional ?

Ujian Nasional adalah Merupakan amanah Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu secara nasional dengan mengacu pada standar kompetensi kelulusan (Sumber: http://un.kemdikbud.go.id/)

Landasan Hukum UN

Landasan Hukum dari pelaksanaan Ujian Nasional adalah Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Peraturan Pemerintah No. 13 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan. Pada pasal 57,58 dan 59 UU No.20 Tahun 2003 membahas tentang

  • Evaluasi yang dilakukan secara nasional tidak hanya mencakup evaluasi terhadap siswa saja, melainkan juga terhadap lembaga dan program pendidikan.
  • Evaluasi hasil belajar siswa dilakukan oleh guru tersebut. Bukan oleh pemerintah. Hal ini karena guru adalah pihak yang paling mengetahui dan memahami proses pembelajaran yang dilaksanakan
  • Evaluasi peseta didik, satuan pendidikan, dan program pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan.

Saat ini Ujian nasional Bukan Lagi Penentu Kelulusan peserta didik (PP No. 13 tahun 2015) melainkan untuk meningkatkan mutu pendidikan yang tujuannya agar kita bisa mengetahui dan memetakan kondisi setiap sekolah di pelosok negeri, sehingga terciptanya pemerataan mutu pendidikan. Selain itu adanya UN sebagai pertimbangan seleksi masuk jenjang  pendidikan berikutnya.

Wacana Penghapusan UN

Adanya wacana penghapusan UN dikarenakan saat ini sudah banyak sekolah yang levelnya sudah di atas standar nasional, baik level nilai integritasnya maupun nilai akademiknya, Dari data Kemendikbud, jumlah sekolah yang standarnya sudah di atas standar nasional ini mencapai 30 persen. Artinya, bakal ada sekitar 29 ribu sekolah yang bebas dari UN mulai 2017. Selanjutnya karena UN bukan penentu kelulusan sekolah, dan diganti dengan alternatif lain yaitu UN diserahkan kepada pemerintah daerah.

 

 

Pengaruhnya apabila Ujian Nasional Dihapus

Pengaruhnya apabila Ujian Nasional dihapus antara lain: Presiden harus membuat Perpu yang baru, dan jika diberikan kepada pemerintah daerah dikhawatirkan pendistribusian dana akan lebih besar daripada jika dilakukan secara terpusat, dampak lainnya yaitu akan timbul masalah baru.

 

Masih banyak Pro-Kontra terhadap permasalahan ini, ada yang berpendapat bahwa UN lebih baik dihapuskan karena dengan adanya UN membuat siswa ketakutan dan cenderung melakukan tindak kecurangan. Dan Jika UN dihapuskan tahun ini dirasa terlalu mendadak dan tergesa gesa, perlu ada kajian yang sangat matang. Ada juga yang berpendapat bahwa UN harus tetap ada karena sebagai upaya pemerintah untuk menstandarisasi kualitas di berbagai daerah. Yang perlu dibenahi adalah sistem pelaksanaan UN nya bukan penghapusan UN

 

Dampak positif dari penghapusan UN pasti ada, diantaranya yaitu menghindari sifat curang baik oleh peserta didik, guru, ataupun elemen sekolah lainnya, kemudian untuk pemerataan pendidikan, dengan ujian diserahkan kepada pemerintah daerah, bisa membuat pemerintah daerah membuat standar materi dan pengujian untuk siswa. dan bisa jadi pemerataan pendidikan akan lebih cepat.

 

Baru-baru ini, sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan pada pidatonya bahwa presiden memutuskan Ujian Nasional tetap diadakan, dengan berbagai penyempurnaan dan perbaikan diantaranya dengan meningkatkan kemampuan guru-guru yang telah tersertifikasi sehingga nantinya akan ada evaluasi kinerja guru, dan dengan demikian Ujian Nasional akan menjadikan salah satu cara untuk menjadikan pendidikan Indonesia lebih baik lagi

 

“Dan tugas kita sebagai mahasiswa yang merupakan bagian dari masyarakat memiliki tugas social control. Bila ada kebijakan yang dibuat pemangku kebijakan dirasa tidak memihak pada rakyat, maka tugas kitalah untuk bertindak, mengingatkan, dan terus mengawal kebijakan-kebijakan tersebut. dan InsyaAllah dengan terus kita kawal, cita-cita bangsa Indonesia yakni “mencerdaskan kehidupan bangsa” bisa terwujud” tutur Kang Syaban pada akhir Kajian Online

 

Dibuat oleh: Ine Yunikawati (Kompartemen Pendidikan)

Dalam Kajian Online Pendidikan dengan tema “Rencana Penghapusan UN”

Pada hari Senin, 19 Desember 2016

Dengan Pemateri Syabandzuha Dwi Putra ( Dirjen Akpro Kemendik BEM REMA UPI 2016)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here