Resolusi Kebangkitan

0
112

Kronologis Aksi bersama BEM SI #kawalnawacita #resolusikebangkitan

Jum’at, 20 Mei 2016
@Istana (Rakyat) Negara

Bismillah, mau sedikit cerita nih. Waktu kmrin ikutan Aksi di Istana Negara bareng temen-temen dari 40 Kampus se-Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).

Aksi hari ini berbarengan sama momentum yang sangat sakral buat bangsa Indonesia. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional atau biasa disebut harkitnas yg ke 108. Gila udah tua banget ya Hehe.

Sy sbgai pemuda, pengen juga rasanya ngerayain harkitnas. Karena upacara udah terlalu mainstream, gak ada salahnya kali ya cari cara lain. Akhirnya, sy mutusin ikut Aksi ke Istana bareng temen-temen dari BEM REMA UPI.

Masa aksi dari UPI kumpul di PKM jam 04.00, berhubung sy minep di DT karena takut kesiangan, jadi sy kumpul lebih awal dari yg lain, pukul 03.30 sy udah di depan PKM. Baru ada beberapa orang disana. Salah satunya temen sy Wawan (Kahim HIMATIKA) dan Junai (Calon Kahim PGPAUD yang gagal wkwk).

Pukul 04.00, seluruh masa aksi udah kumpul didepan PKM. Berhubung bentar lagi sholat shubuh, kita sholat shubuh dulu di Al-Furqon. Bis baru berangkat dari UPI sekitar jam 05.00. Kita berangkat 1 Bis penuh atau sekitar 50-an orang. Perjalanan ke Jakarta lumayan macet, baru nyampe Jakarta sekitar jam 9. Kita kumpul di Istiqlal bareng sama masa Aksi lainnya.

Jam 10 kita berangkat dari Istiqlal menuju ke tempat aksi yakni di sekitar Patung Kuda, masuk lewat Monas. Disana udah ada banyak banget Mahasiswa lain dari berbagai univ. Yang paling jauh ada dari NTB dan Kalimantan. Kita kumpul tepat didepan Gedung Sapta Pesona, dikawal sama Polisi berseragam lengkap dengan helm dan pentungan. Berasa kaya pejabat yg lagi dikawal sama polisi.

Aksi dimulai sekitar pukul 11.00, kita longmarch dari Patung Kuda menuju ke Istana Negara. Sambil menuju lokasi, masa aksi dari kampus lain satu persatu mulai bergabung. Sampai didepan Jalan Merdeka. Kita ditahan sama polisi. Diarahkan ke Depan Gerbang Monas, jarak sekitar >100 Meter dari Istana. Ditambah kita juga dijaga ketat sama polisi berseragam lengkap + senjata gas air mata. Kali ini berasa kaya teroris. Wkwk.

Sampai disana, sekitar pukul 11.30. Aksi dibuka dengan orasi dari Mas Bagus Tito Wibisono, Presiden BEM UNJ yg sekaligus menjabat sebagai Koordinator Pusat BEM SI. Dilanjutkan dengan orasi dari Presiden BEM lainnya.

Pukul 11.50 seluruh masa aksi laki-laki sholat jum’at di depan Istana. Yang jadi Khotib + Imamnya Mas Bagus lagi. Hehe. Sementara yang perempuan, sholat dzuhur di barak milik pos polisi.

Pukul 13.00 Aksi dilanjut lagi. Sementara kita masih meneriakkan HIDUP MAHASISWA! HIDUP RAKYAT INDONESIA!, Para Presiden Mahasiswa berusaha melakukan audiensi dengan pihak istana, supaya bisa bertemu Pak Presiden JOKOWI. 1 jam berlangsung, suasana makin panas. Masa makin bertambah. Tapi masih belum ada tanda-tanda pihak istana mau menerima kita.

Sampai akhirnya pukul 14.30, istana mengijinkan 40 Presma buat masuk kedalam Istana. Sementara kita masih setia berdiri diluar, sambil menyuarakan tuntutan buat pak Jokowi didepan masyarakat Kota Jakarta yang lewat di Jalan Merdeka. Aksi ini dapet tanggapan positif dari masyarakat, dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang berhenti sejenak dan ngasih semangat buat kita. Sampai ada juga masyarakat yang ikutan aksi. Beliau adalah salah satu veteran dari BEM UNJ. Kayanya sih Presma BEM UNJ pertama kalo gak salah.

Sampai pukul 16.00 40 Presma masih didalem Istana dan belum keluar. Masih belum ada tanda-tanda bakalan segera keluar. Sementara diluar masa Aksi semakin banyak. Capek, panas, gerah, plus emosi campur jadi satu. Sampai-sampai masa aksi hampir ribut dengan polisi karena hampir terprovokasi oleh oknum. Tapi berhasil ditenangkan.

Pukul 16.30 sebagian presma sudah keluar dari Istana. Dan menyampaikan bahwa Presiden Jokowi sedang berada di Rusia. Are you sure? Ini udah dua kali di Peringatan Harkitnas dia gak ada di Indonesia. Presiden bukan sih?. Lalu yang akan menyambut mahasiwa adalah Pak Pratikno selaku Mensesneg. Tapi beliau cuman mau nerima 15 perwakilan mahasiswa saja.

Diluar, masa aksi masih menunggu dengan penuh semangat. Nyanyian Totalitas Perjuangan, Buruh Tani, dan Jokowi Bohong gak pernah ada habisnya. Silih berganti dengan orasi dari para mahasiswa yang menyuarakan keresahannya atas masalah bangsa.

Pukul 17.30 para presma keluar dari istana setelah berhasil audiensi sama pak Mensesneg sekaligus ngasihin dokumen setebal 300 halaman, hasil kajian BEM SI yang isinya menyangkut masalah bangsa dan solusi buat pak Jokowi.

(*Catatan penting, dokumen tersebut merupakan hasil kajian ilmiah BEM SI selama satu tahun terakhir terkait permasalahan di Indonesia. Beserta solusi yang ditawarkan oleh mahasiswa kepada Presiden Jokowi. Ini bukti kami aksi bukan sekedar sensasi, tapi ada aspirasi yang harus kami beri)

Presma juga diikuti sama pihak istana yang bakalan nyampein hasil audiensi dengan pak Mensesneg. Hasilnya adalah 3 tuntutan kita dikabulkan. Yeaaaaay.

Apa aja sih tuntutannya?
1.   Kita minta supaya mensesneg mengagendakan untuk Para Menteri terkait mau menerima dan berdiskusi sama Mahasiwa sesuai dengan permasalahan yang disampaikan. Batas waktunya kurang dari seminggu.

2. Mensesneg juga menjamin para Menteri terkait akan menyampaikan hasil diskusi kepada Presiden Jokowi.

3. Mensesneg akan mengagendakan Pertemuan antara Mahasiswa dengan Presiden Jokowi dalam waktu dekat seteleh beliau pulang dari Rusia.

Meskipun pak mensesneg tidak mau menandatangin MoU dengan mahasiswa karena akan membaca dulu isinya, beliau memberi jaminan dengan menuliskan memo langsung dari beliau kepada mahasiswa. Dan apabila tiga kesepakatan tersebut tidak dilaksanakan, maka mahasiswa akan kembali turun kejalan dengan masa yang lebih banyak.

Akhirnya aksi ditutup dengan orasi penutup dari Mas Bagus. Pukul 18.00 sekitar 1700-an masa mulai meninggalkan tempat aksi dan kembali ke kampus masing-masing.  Masa dari UPI kembali kekampus pukul 20.00 setelah selesai sholat Maghrib dan Isya di Istiqlal.

Kurang lebih itu hasil aksi kemarin, Alhamdulillah berjalan dengan aman dan damai. InsyaAllah kita mahasiswa akan terus mengawal pemerintah.

“Kalau mahasiswa masih turun ke jalan, artinya negeri ini masih banyak masalah. Kalau pemerintah menolak mahasiswa turun kejalan, itu artinya ayo kita LAWAN!”

Ttd.
Mahendra Eka Putra

SUMBER : http://mahend7.tumblr.com/post/144691079695/resolusi-kebangkitan

Posted :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here