MEA 2015, Peluang Sekaligus Tantangan

0
94

 

Sumber: Suara Karya

JAKARTA (Suara Karya): Diberlakukan MEA 2015 bertujuan untuk menciptakan ASEAN sebagai sebuah pasar tunggal dan kesatuan basis produksi. Akan terjadi free flow atas barang, jasa, faktor produksi, investasi dan modal, serta penghapusan tarif bagi perdagangan antar negara ASEAN.

Demikian dikemukakan Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat, dalam sambutannya pada acara buka puasa bersama dengan para stakeholder sektor industri, di kantor Kemenperin Jakarta, kemarin.

MEA 2015, lanjutnya, merupakan momen penting bagi Indonesia, karena berpeluang memperluas pasar bagi produk-produk industri nasional. Namun di sisi lain, pemberlakuan MEA 2015 juga akan menjadi tantangan, mengingat penduduk Indonesia yang sangat besar, tentunya akan menjadi tujuan pasar bagi produk-produk Negara ASEAN lainnya.

Dalam upaya menghadapi berbagai tantangan tersebut, Menperin mengharapkan dukungan dan sinergi dengan masyarakat khususnya dunia usaha. “Untuk itu, pelaku usaha diharapkan dapat meningkatkan daya saingnya. Agar produk-produk Indonesia mampu bersaing tidak hanya di pasar ASEAN, tetapi juga pasar dalam negeri,” tutur dia.

Selanjutnya, dia berharap kerja sama antara Kementerian Perindustrian dengan Kadin, Asosiasi atau lembaga-lembaga lainnya lebih ditingkatkan. Sekaligus, disamakan persepsinya sebagai usaha untuk memperkokoh kekuatan daya saing, dalam rangka menghadapi pasar ASEAN.

Pada kesempatan itu, Menperin menyebutkan, di tengah kondisi perekonomian yang belum stabil, industri pengolahan non-migas sampai Triwulan I tahun 2014 mampu tumbuh sebesar 5,56 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,21 persen.

Cabang industri yang tumbuh tinggi di antaranya, industri makanan, minuman dan tembakau sebesar 9,47 persen, industri alat angkut, mesin dan peralatannya sebesar 6,03 persen, serta industri barang kayu dan hasil hutan lainnya sebesar 5,17 persen.

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor Indonesia pada Mei 2014 mencapai 14,83 miliar dolar AS atau mengalami peningkatan 3,73 persen dibandingkan April 2014 sebesar 14,30 miliar dolar AS. Peningkatan nilai ekspor Mei 2014 disebabkan oleh meningkatnya ekspor non-migas sebesar 12,45 miliar dolar AS atau naik 6,95 persen dibandingkan April 2014 sebesar 11,64 miliar dolar AS.

Sementara itu, beberapa produk nonmigas yang mengalami peningkatan ekspor, antara lain: produk kimia sebesar 104,1 juta dolar AS atau 96,56 persen, alas kaki sebesar 31,2 juta dolar AS atau 8,70 persen, dan kertas/karton sebesar 3,8 juta dolar AS atau 1,17 persen. Dari sisi volume, ekspor Indonesia pada Mei 2014 mengalami peningkatan 4,12 persen dibandingkan April 2014, yang disebabkan peningkatan volume ekspor nonmigas sebesar 4,99 persen. (Budi Seno)

Dikutip “Sumber : kemenperin.go.id ”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here