EDU(VA)CATION 2015 HIMADIKSI

0
80

Pada tanggal 11 Juni 2015, Himadiksi melaksanakan salah satu program kerja nya yaitu Edu(va)cation.  Sedikit memperkenalkan bahwa Edu(va)cation ini adalah sebuah program kerja yang menggabungkan unsur kegiatan wisata dengan muatan pendidikan didalamnya sehingga diharapkan Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini mendapat pengetahuan baru yang tidak didapatkan didalam kelas dengan cara yang menyenangkan. Edu(va)cation tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya yaitu dilaksanakan di Jakarta, tempat tujuan awal yang dikunjungi yaitu Museum, kami mengunjungi 2 Museum. wah Museum? pasti membosankan.. Tenang kok, tidak seperti  yang dibayangkan, Museum kali ini menyenangkan karena kami mengunjungi Museum Bank Indonesia dan Museum Mandiri, Museum yang sesuai dengan jurusan maupun fakultas kami yang membahas tentang keuangan maupun ekonomi, sehingga diharapkan mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini dapat menambah pengetahuan yang berguna untuk dibawa di kehidupan di kampus.

Pertama, kami mengunjungi Museum Bank Indonesia, saat memasuki Museum BI kami langsung memasuki ruang Teater, disana ditampilkan tayangan film yang menyajikan informasi perjalanan sejarah bangsa dari kedatangan bangsa barat sampai terbentuk Bank Indonesia, kebijakan-kebijakan Bank Indonesia, Kondisi perekonomian Indonesia dari masa ke masa dan masih banyak lagi, Museum Bank Indonesia merupakan objek wisata bersejarah yang terdapat di kawasan Kota Tua. Sedikit bercerita, pada Awal mulanya bangunan objek wisata Museum Bank Indonesia adalah sebuah rumah sakit umum yang bernama Binnen Hospitaal, hingga pada sekitar tahun 1828, bangunan tersebut di ubah fungsinya menjadi tempat penyimpanan uang atau Bank dengan nama De Javashe Bank dandi tetapkan sebagai Bank Sentral Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai Bank Indonesia. lalu pada tahun 1962, pemerintah Indonesia memindahkan Bank Indonesia tersebut ke lokasi baru dan gedung menjadi kosong. Akhirnya pada tahun 2006 Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah meresmikan bangunan kosong tersebut sebagai Museum Bank Indonesia yang dapat di akses secara mudah oleh masyarakat umum. Di sana kita dapat melihat berbagai macam peninggalan, seperti mata uang baru, batangan emas yang bisa menyilaukan mata, koleksi uang dari berbagai dunia dan tahun, informasi sejarah, bank tempo doeloe, karya – karya yang seru dan lucu, ruang teater dan taman luas di tengah – tengah bangunan. Penyajiannya dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan teknologi modern dan multi media, sehingga menciptakan kenyamanan bagi pengunjung dalam berwisata ke Museum Bank Indonesia.

Setelah puas mengelilingi Museum BI, kita berpindah ke Museum disebelahnya yaitu Museum Mandiri, Museum ini merupakan museum perbankan yang dimiliki oleh Bank Mandiri,  Berdiri tanggal 2 Oktober 1998. Museum yang menempati area seluas 10.039 m2 ini pada awalnya adalah gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) atau Factorji Batavia yang merupakan perusahaan dagang milik Belanda yang kemudian berkembang menjadi perusahaan di bidang perbankan. Koleksi museum terdiri dari berbagai macam koleksi yang terkait dengan aktivitas perbankan “tempo doeloe” dan perkembangannya, koleksi yang dimiliki mulai dari perlengkapan operasional bank, surat berharga, mata uang kuno (numismatik), brandkast, dan lain-lain. Koleksi perlengkapan operasional bank “tempo doeloe” yang unik, antara lain adalah peti uang, mesin hitung uang mekanik, kalkulator, mesin pembukuan, mesin cetak, alat pres bendel, seal press, safe deposit box maupun aneka surat berharga seperti bilyet deposito, sertikat deposito, cek, obligasi, dan saham. Di samping itu, ornamen bangunan, interior dan furniture museum ini masih asli seperti ketika didirikan. Bangunan Museum BI dan Museum Mandiri sama-sama besar, namun Museum Mandiri masih kurang perawatannya hal ini bisa dilihat dari barang-barangnya yang kurang terjaga dan sudah banyak yang rusak

Selanjutnya, kami mengunjungi kawasan Kota tua Jakarta yang dikenal juga dengan sebutan Batavia lama, kota tua ini berada di perbatasan Jakarta utara dan Jakarta Barat, di Kota tua terdapat beberapa tempat yang bisa dikunjungi seperti Museum Fatahiilah, Museum Keramik, Museum Wayang dll. Disana banyak yang bisa kita lakukan, bersepeda mengelilingi kota tua, mengunjungi museum, berburu souvenir, makanan, ataupun foto-foto karena disana bukan hanya tempatnya yang bagus, namun orang-orangnya juga sungguh kreatif, jangan kaget kalau disana anda banyak menemui patung-patung unik yang bergerak hehe

Acara Terakhir yaitu ke Stasiun Metro Tv untuk menonton di acara Kick Andy tentang “Cinta Indonesia”, yang menjadi bintang tamunya adalah orang-orang luar negeri atau yang biasa kita sebut “Bule” namun Bule yang sangat cinta kepada Indonesia dan sangat ingin menjadi bagian dari Indonesia, mereka pun rela mengganti kewarganegaraannya untuk menjadi WNI, ada juga Bule yang sudah sangat mengabdi kepada Indonesia, baik itu dalam bidang pendidikan, social dll namun negara masih belum memberikan kewarganegaraan Indonesia untuk mereka, dan sekarang mereka sedang memperjuangkan untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia, kita doakan saja. Sebenarnya ini seperti cambukan bagi kita, disaat kita mengagung-agungkan Negara lain dan sangat apatis terhadap Indonesia sedangkan orang luar negeri malah bangga dan sangat ingin menjadi bagian dari Indonesia, kita seharusnya memiliki sikap yang lebih dari mereka terhadap Indonesia ☺ mari sadar dan bangkit!

Created by Celia LD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here